Minggu, 27 September 2020

5 Destinasi Wisata Kekinian dan Sedang Naik Daun di Jogja

5 Destinasi Wisata Kekinian dan Sedang Naik Daun di Jogja

Jogja menjadi tujuan wisata paling favorit di kalangan wisatawan. Selain kaya akan budaya dan kuliner, Jogja juga kaya akan destinasi wisatanya yang keren. Saat mendengar kata Jogja, mungkin dalam pikiran Anda langsung tertuju pada destinasi wisata seperti Keraton Yogyakarta, Tugu Jogja, atau Jalan Malioboro. Eits! Jangan salah, destinasi wisata di Jogja tidak hanya itu saja, lho! Ada banyak destinasi wisata keren dan kekinian yang bisa Anda tuju.

Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa tempat wisata keren dan kekinian yang sedang naik daun saat ini. Hampir semua tempat wisata tersebut memiliki keunikannya masing-masing. Penasaran apa saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Heha Sky View

Sumber: www.pinterest.com

Heha Sky View merupakan destinasi wisata kekinian terbaru yang ramai didatangi wisatawan. Tempat ini pada dasarnya adalah sebuah restoran yang menyuguhkan pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian. Sunset di tempat ini pun terbilang cantik. Pemandangan malam dengan kerlap-kerlip cahaya ‘city light’ juga bisa Anda nikmati di Heha Sky View. Ada banyak spot foto yang instagramable yang bisa Anda coba di sini seperti spot  Teras Kaca, Balon Udara, Pesawat, Taman, dan lainnya. Fasilitas wisata seperti toko souvenir, mushola, dan toilet sudah tersedia di Heha Sky View.

Lokasi destinasi wisata di Jogja satu ini terletak di Jalan Dlingo-Patuk No. 2, Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul. Jam buka mulai pukul 11.00 – 23.00 WIB. Harga tiket masuknya dibanderol sekitar Rp20.000 pada siang hari dan Rp25.000 pada sore dan malam hari.

2. Sindu Kusuma Edupark

Sumber: www.pinterest.com
 
Taman bermain terbaru satu ini juga sedang naik daun di kalangan wisatawan. Sindu Kusuma Edupark terletak di Jalan Magelang KM. 2, tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman. Tidak jauh berbeda dengan taman bermain lainnya, di Sindu Kusuma Edupark Anda bisa menikmati berbagai wahana yang ditawarkan seperti bianglala, sepeda terbang, segway, dan sebagainya. Pemandangan pada malam hari di atas bianglala sangat indah. Jadi, jangan lupa coba wahana bianglala pada malam hari, ya!
Harga tiket masuk destinasi wisata ini sebesar Rp15.000 untuk hari biasa dan Rp25.000 untuk hari libur. Selain tiket masuk, pengunjung juga harus membayar tiket masuk setiap wahana yang akan dicoba. Biaya tiket masuk wahana sekitar Rp10.000 hingga Rp30.000. Agar lebih murah, Anda bisa membeli tiket terusan yang tersedia di sana.

3. Jogja Airport Resto

Sumber: www.guideku.com

Ingin menikmati sajian kuliner dengan konsep restoran yang unik? Jogja Airport Resto bisa menjadi tempat yang tepat untuk dituju. Berlokasi di Kadirojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, restoran ini menawarkan konsep makan di dalam sebuah pesawat asli. Jadi, setiap pengunjung akan merasakan sensasi seolah-olah naik pesawat di bandara sungguhan. Pengunjung juga akan melalui tahap scan x-ray dan menunggu nomor antrian penerbangan boarding dan landing, lho. Tapi, tidak terbang sungguhan pastinya. Boarding di restoran ini artinya sudah boleh makan di pesawat, dan landing diartikan sebagai waktu makan yang telah habis.
Restoran ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti lounge, taman bermain, spot foto, live music, mushola, dan lahan parkir. Tidak ada tiket masuk di restoran ini. Anda hanya akan dikenakan harga makanan yang dipesan. Estimasi harga makanan di restoran ini sekitar Rp320.000 untuk 8 orang.

4. Chingu Korean Fan Cafe

Sumber: www.blog.airyrooms.com

Bagi para pecinta drama Korea maupun penggemar Kpop, wajib untuk berkunjung ke restoran ini. Chingu Korean Fan Cafe merupakan destinasi wisata baru yang sedang naik daun di Jogja. Restoran ini mengusung konsep restoran Korea, mulai dari makanan yang dihidangkan, bentuk bangunan, desain interior, hingga suasana yang disuguhkan kental akan nuansa Korea. Tak heran, restoran ini sering disebut “Little Korea” di Jogja. Lokasi restoran ini berada di Jalan Pandega Karya No. 26-14, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman. Jam buka mulai pukul 11.00 – 00.00 WIB.

5. The World Landmarks – Merapi Park

Sumber: www.niagatour.com

Destinasi wisata di Jogja satu ini menawarkan sensasi keliling dunia untuk para pengunjungnya. Berbagai miniatur landmark negara-negara dunia ada di sini. Mulai dari kincir angin khas Belanda, Menara Pisa Italia, Menara Eiffel Paris, Patung Liberty USA, Big Ben London, hingga Hotel Burj Dubai bisa Anda temui di The World Landmarks, Merapi Park.

Di tempat ini, ada juga wahana Cowboy Town/ Indian Village, Kids Water Park, dan taman bermain anak-anak. Jika Anda lapar dan haus, Anda bisa mengunjungi Resto Leyeh-Leyeh yang tersedia di sekitar kawasan Merapi Park. Harga tiket masuk kawasan Merapi Park mulai dari Rp15.000 sampai Rp20.000 per orang. Lokasinya berada di Jalan Kaliurang KM. 22,5, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Jam buka mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.

Wonderful Indonesia

Bagaimana? Sudah siap menjelajahi destinasi yang sedang naik daun di atas? Yuk, jangan mau ketinggalan dengan wisatawan lain! Segera atur jadwal liburan dan itinerary Anda. Jangan lupa, kunjungi Wonderful Indonesia untuk mendapatkan informasi wisata menarik di Yogyakarta dan daerah Indonesia lainnya.

Rabu, 23 September 2020

Ayo Bangun Perekonomian Indonesia Di Masa Krisis Ini dengan Investsai Online di Platform Peer to Peer Lending

Ayo Bangun Perekonomian Indonesia Di Masa Krisis Ini dengan Investasi Online di Platform Peer to Peer Lending

Bagi kamu yang sudah paham akan apa itu investasi, pasti juga sudah familiar dengan yang Namanya fintech. Beberapa tahun terakhir industri fintech (financial technology) berkembang pesat di Indonesia. Pertumbuhan industri fintech terutama berbasis Peer to Peer Lending (P2P Lending) lahir dari tingginya kebutuhan akan akses terhadap permodalan terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sulitnya akses terhadap dana segar merupakan salah satu penghambat UMKM dalam mengembangkan usaha.

P2P Lending merupakan jawaban atas masalah modal yang dihadapi UMKM. Syarat yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman di P2P Lending tidak seformal dan sesulit mendapatkan modal dari bank atau layangan keuangan tradisional.

Perbankan sering memberikan syarat yang memberatkan UMKM dengan menjaminkan agunan berupa aset tanah, bangunan, atau peralatan produksi. Menariknya, beberapa P2P Lending tidak mensyaratkan agunan sebagai sebagai jaminan mendapatkan pinjaman.

Hal tersebut membuat P2P Lending dapat diterima masyarakat dengan cepat. P2P Lending juga menjadi salah satu cara bagi pemerintah untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). 

Pendanaan melalui P2P Lending

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengharapkan P2P Lending dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian nasional. Keberadaan P2P Lending memiliki banyak manfaat di Indonesia mengingat tingkat inklusi keuangan nasional yang masih rendah, jumlah penduduk yang besar serta demografi penduduk yang tersebar di wilayah kepulauan.

Inklusi keuangan ini juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi perekonomian suatu bangsa. P2P Lending di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa peningkatan inklusi keuangan dengan penyaluran dana pinjaman melalui platform digital dapat meningkatkan jumlah UMKM.

Industri P2P Lending yang kini dijalani oleh PT Amartha Mikro Fintek melalui platform Amartha memiliki andil besar dalam mendorong perekonomian Indonesia. Pelaku UMKM yang sebelumnya tidak bisa menikmati akses keuangan dari lembaga keuangan konvensional kini mampu mengajukan pinjaman tanpa jaminan dengan mudah melalui platform Amartha tanpa harus mendatangi kantor kami. Hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, pemerataan ekonomi, serta membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Investasi untuk Bantu Ekonomi Indonesia

Cara belajar investasi di P2P Lending merupakan salah satu langkah untuk turut membantu perekonomian Indonesia. Pengertian investasi P2P Lending merupakan instrumen yang aman dan sudah terjamin oleh Bank Indonesia (BI) dan OJK. Selain itu, imbal hasil yang ditawarkan cukup tinggi hingga 15% setahun dengan nilai minimal dana investasi sebesar 3 juta rupiah.

Dengan Amartha UMKM dapat memperoleh akses permodalan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Amartha juga mendorong perempuan yang memiliki usaha mikro di desa-desa agar lebih tangguh dan mandiri, sehingga terwujud kesejahteraan yang merata bagi Indonesia. Pemberi kredit syariah juga dapat memperoleh investasi yang menguntungkan hingga 15% per tahun dari hasil pendanaan ke UMKM yang dipilih.

Yuk segera daftar sebagai pemberi pinjaman syariah! Segera tingkatkan aset Anda bersama Amartha dan menciptakan dampak sosial yang nyata. Mendanai ya Amartha!