Kamis, 25 Juni 2020

Siapa Saja yang Harus Melakukan Rapid Test?

Siapa Saja yang Harus Melakukan Rapid Test?

Status pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia belum dipastikan kapan akan berakhir. Di Indonesia sendiri, meski sudah ada beberapa kota yang menerapkan New Normal, nyatanya angka kasus positif masih terus bertambah setiap harinya. Hal tersebut diketahui seiring adanya rapid test massal yang diberlakukan di sejumlah daerah. Anda, yang mungkin belakangan ini sudah sering beraktivitas di luar rumah tidak ada salahnya untuk mencari informasi tentang rapid test terdekat agar bisa memastikan bahwa Anda dalam kondisi sehat.

Virus ini ditularkan melalui droplet, sehingga menjaga kebersihan adalah keharusan. Inilah mengapa sejak adanya kasus positif Covid-19 di Indonesia tidak henti-hentinya pemerintah menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Rapid test, untuk siapa?


Lalu siapa saja yang sebaiknya melakukan rapid test ini? 

1. Pendatang dari luar negeri atau luar kota dengan zona merah

Anda yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri atau luar kota diwajibkan untuk melakukan rapid test. Ini untuk mengantisipasi adanya kemungkinan Anda tertular saat beraktivitas di negara atau kota tersebut.

2. Tenaga medis

Ya, sebagai orang yang bersinggungan langsung dengan pasien Covid-19, Anda yang mungkin berprofesi sebagai dokter atau perawat juga dianjurkan untuk melakukan rapid test ini. Berinteraksi langsung dengan pasien membuat Anda termasuk orang yang beresiko tertular.

Akan tetapi, sekalipun Anda bukanlah tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 ini, tidak ada salahnya untuk tetap melakukan test sebagai bentuk kehati-hatian. Apalagi tidak semua pasien menunjukkan gejala, bisa jadi pasien yang datang pada Anda dengan keluhan lain juga terpapar. 


3. Petugas publik

Sejak PSBB diterapkan, hanya sektor tertentu saja yang boleh beroperasi. Itu artinya, Anda yang harus tetap bekerja untuk melayani masyarakat juga berisiko terpapar karena setiap harinya bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Terlebih ketika New Normal mulai diberlakukan, risiko tertular semakin tinggi karena masyarakat sudah mulai beraktivitas seperti sedia kala.

Mencari rapid test terdekat bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda dalam kondisi baik-baik saja.

4. Masyarakat umum

Selama lebih dari 3 bulan berdiam di rumah tentu saja membuat perekonomian memburuk. Alhasil ketika PSBB dicabut dan beralih status menjadi New Normal, masyarakat mau tidak mau harus beraktivitas di luar rumah lagi. 

Yang sebelumnya dianjurkan untuk work from home, sudah harus kembali bekerja ke kantor. Pasar atau mall yang sebelumnya ditutup juga mulai beroperasi lagi. Bahkan dalam waktu dekat anak-anak sekolah juga dikabarkan akan kembali bersekolah. Itu artinya, akan semakin banyak orang yang berkegiatan di luar rumah dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menyumbang angka positif Covid-19.

Secara garis besar bisa disimpulkan bahwasanya siapapun dianjurkan untuk melakukan rapid test ini. Perlu disadari bersama bahwa virus Covid-19 ini adalah musuh yang tak kasat mata. Jadi, siapapun bisa tertular dan menularkan kepada orang lain. Selain harus menerapkan protokol kesehatan, melakukan rapid test bisa jadi pilihannya.

Lagi pula kini Anda bisa dengan mudah menemukan rapid test terdekat di sekitar tempat tinggal Anda. Dengan mengandalkan Halodoc, Anda akan dibantu untuk mendapatkan layanan rapid test. Biaya yang harus Anda siapkan juga terjangkau. Lebih dari itu, dengan layanan kesehatan dari Halodoc ini Anda akan ditangani oleh tenaga yang profesional di bidangnya. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar