Tempat Instagramable untuk Melihat Bunga Sakura Cantik di Kyoto

Tempat Instagramable untuk Melihat Bunga Sakura Cantik di Kyoto

Di Jepang banyak sekali tempat yang bagus untuk menikmati bunga sakura, salah satunya di kota Kyoto. Jika Anda datang ke Jepang saat musim semi ini, coba kunjungi dua spot melihat sakura dengan pemandangan yang fotogenik di Kyoto berikut ini.

Yodogawa Riverside Park Sewaritei

Yodogawa Riverside Park Sewaritei yang terletak di daerah Yawata, Kyoto, memiliki dua spot, salah satunya berupa terowongan pohon sakura sepanjang 1.4 kilometer. Tempat lainnya adalah fasilitas bernama Sakura Deaikan dengan observation deck (area pengamatan) setinggi 25 meter dari permukaan tanah untuk menikmati pemandangan sakura.

Nikmati juga pemandangan sakura yang berbeda setelah turun hujan. Kubangan air terbentuk di sepanjang jalan pejalan kaki. Hasilnya adalah paduan panorama pohon sakura yang berjajar dengan pantulan pohon sakura di kubangan. Hal ini membentuk pemandangan yang unik.

“Sewaritei merupakan spot sakura yang paling terkenal di daerah Kansai (sebutan untuk kumpulan daerah Osaka, Kyoto, Nara, Hyogo, Shiga dan Wakayama). Pemandangan dari pinggiran sungainya pun sangat indah, sehingga kita akan merasa puas hanya dengan berjalan kaki di sekitar sini,” ujar seorang fotografer Jepang bernama Wasabitool.

“Di hari saya mengambil foto ini kebetulan turun hujan, dan saat melihat pemandangan sakura yang terpantul di air kubangan terlihat indah,” lanjutnya

Jam terbaik untuk menikmati sakura di sini adalah pukul 09.00 pagi.

Data sakura
Waktu mekar : Awal April
Jenis sakura : Someiyoshino
Jumlah : sekitar 250 pohon
Light-up : tidak ada

Informasi Tempat
Yodogawa Riverside Park Sewaritei District
Alamat : Yawata-shi, Yawata Zaiouji, Chisaki
Akses : Jalan kaki 10 menit dari stasiun Yawata-shi, Keihan Line
Jam operasional (Sakura Deai-kan) : 09.00-17.00, observation deck: 09.00-16.30
Hari libur : Tidak ada
Biaya masuk: Gratis, observation deck (Dewasa 300 yen, Anak-anak 100 yen)

Keage Incline

Keage incline merupakan rel yang digunakan untuk membawa kapal ke kanal Biwako zaman dahulu kala. Pemandangan unik yang memadukan rel sepanjang 582 meter peninggalan masa lampau dan jajaran pohon sakura ini merupakan spot sakura yang terkenal di Kyoto.

Pohon sakura ditanam di dataran yang lebih rendah dari rel. Hal ini membuat kita seolah berada di atas awan yang terbentuk dari sakura. Lebih baik mengunjungi tempat ini pada pagi hari saat jumlah orang masih sedikit.

“Keage Incline bisa dikatakan sebagai spot sakura paling terkenal di Kyoto. Saya mengambil foto di atas menggunakan long exposure sebelum fajar. Tahun ini pun saya ingin berjalan di rel sambil menikmati kelopak sakura yang berguguran. Berilah kesempatan pada orang lain yang ingin mengambil foto,” ujar fotografer Jepang bernama Hisanori Manabe.
Jam terbaik untuk menikmati sakura di sini adalah pukul 07.00 pagi.

Data sakura
Waktu mekar : Akhir Maret – awal April
Jenis sakura : Someyoshi dan Yamazakura
Jumlah : sekitar 90 pohon
Light-up : Tidak ada

Informasi Tempat
Keage Incline
Alamat : Kyoto-shi, Sagyo-ku, Nanzen-ji, Fukuchi-cho
Akses : Jalan kaki 3 menit dari stasiun subway Keage, Karasuma Oike Line
Jam operasional : Tidak ada
Hari libur : Tidak ada
Biaya masuk : Gratis

Tips Menghemat Air Keran Saat Mandi

Tips Menghemat Air Keran Saat Mandi

Apakah Anda merasa selalu menghabiskan terlampau banyak air saat mandi? Mungkin inilah saatnya Anda mengubah cara mandi sehingga tidak perlu memboroskan banyak air.

Terlebih lagi, sejumlah negara seperti Singapura, mulai “menghukum” para pemboros air. Caranya melalui program smart shower, yang mana sejumlah rumah tangga diberikan perangkat mandi cerdas dengan layar informasi berapa banyak air terpakai.

Nah, alih-alih menunggu dorongan semacam itu, ada baiknya kesadaran hemat air datang dari diri sendiri.

Untuk lebih memudahkan, berikut kami rangkum sejumlah tips berhemat air sewaktu mandi:

1. Pakailah pancuran (shower)

Mandi dengan pancuran bisa menghemat penggunaan air dibandingkan memakai gayung.

Ketika memakai gayung dari bak mandi, satu kali bilas umumnya hanya mengenai bagian tertentu dari tubuh.

Untuk membuat seluruh tubuh basah, dibutuhkan beberapa kali gayung. Hal itu tentunya menimbulkan penggunaan air secara sia-sia.

Sementara itu, jika memakai pancuran, air cenderung keluar lebih sedikit dan bisa merata ke seluruh bagian tubuh. Terlebih lagi, besarnya air yang keluar dari pancuran lazimnya bisa diatur sesuai keinginan.

2. Siapkan ember

Saat Anda mandi dengan air hangat dari pancuran, biasanya membutuhkan waktu beberapa saat hingga air berubah panas.

Daripada membiarkan air mengucur tanpa digunakan, ada baiknya Anda menampung terlebih dahulu airnya ke dalam ember.

Dengan begitu, air tersebut bisa dipakai untuk sejumlah keperluan lain, misalnya menyiram tanaman atau mengepel lantai.

3. Matikan air saat keramas atau sikat gigi

Ketika Anda tengah mengoleskan sampo atau menyikat gigi, matikanlah terlebih dahulu aliran air. Setelah Anda bersiap membilas rambut atau mulut Anda, baru aktifkan kembali aliran air.

4. Jangan berlama-lama saat mandi

Jika Anda termasuk orang yang suka lupa waktu saat mandi, cobalah langkah berikut ini. Anda bisa mendengarkan radio atau sejumlah lagu yang Anda sukai.

Ukurlah rata-rata berapa lagu yang dihabiskan hingga Anda selesai mandi. Dari situ, cobalah perlahan-lahan memasang target mandi dengan jumlah lagu lebih sedikit.

Jika bisa selesai mandi dalam satu lagu, tentunya lebih baik.